Sabtu, 13 April 2013

Rindu yang Berceceran



Ada yang bisa aku bantu?
Merapikan rindumu misalnya
Yang berceceran di kolong tempat tidurmu
Pun di asbak meja tamu

Banyak rindu berceceran di kamar
Semalam kau dan aku mungkin lupa merapikan
Saat hatimu hatiku saling berbenturan
Menikmati buaian indah gemintang pun rembulan

Belum genap semalam kau tinggalkan
Rinduku mulai meradang sayang
Ku punguti lagi sisa rindu yang berceceran
                  Ku nikmati sebagi candu yang membuat mabuk kepayang

Senja Ku Mengenang




Pada senja yang menopang segala kerinduan
Aku haturkan salam penuh kenangan
Cinta yang berpisah pada jingga laramu
Merindu untuk pulang

Tetiba senja sembunyi di balik ketiak mendung
Tangisnya tak henti selayak rindu berkabung
Jingga pemerah pipi yang malang
Hadirmu kini hanya sebagai bayang

Lalu senja menghilang
Atau tak tau jalan pulang
Langit merona mengabu
Sendu tatapnya kian merayu

Tak ada jejak yang ia tinggalkan
Selain semburat yang melekat dalam ingatan
Akankah senja kembali
Menghitung mata yang menanti

Kidung Malam dan Sapamu, Tuan




Sesaplah malam
Sunyi  yang lebih merdu pada tuli telinga
Degub  yang bertalu menjelma syair cinta
Sebagai kidung sapamu,Tuan

Dalam selembar langit tak terkikis
Gemintang kau lukis
Rembulan kau iris
Penghibur  rasa saat mata menangis

Kekunang lanang pun kau panggil
Pendarkan sinar yang terang
Saat hati mulai menggigil
Merindukan bayang seseorang

Kata-katamu memelukku
Sebagai kidung malam yang kau nyanyikan
Kau putar berulang
Hingga ku terhantar di ujung malam

Rinai Hujan dalam Kerinduan

Rinai Hujan dalam Kerinduan

Hujan lama tak ku sajakkan
Derainya lama tak ku rindukan
Karena aku tak ingin mengingat kesedihanmu
pun linangan air mata yg berjatuhan

Hujan..
kau pun pergi
Dengan segala hal yang kurindui
Ternyata tak lagi aku miliki

Rintik menari riang
Bersama bayangmu yang kian menghilang
Aku hanya bisa bersandar
Memutar kenang sendirian

Tak kah kau rindukan
Rinai hujan dan pekat malam
Kala kita berpelukan
Menyatukan segala rasa yang terpendam

Sabtu, 12 Januari 2013

"Ketika Senja Kehilangan Jingga"

sore ini...
senja kehilangan jingganya
saat gerimis datang pada petang
ia kabarkan sebuah kehilangan
yang amat terdalam

jingga adalah kekasih
senantiasa berpendar kala rintih
meski hati terkadang perih
ia akan tetap pulih

Jumat, 11 Januari 2013

Bintang Kecil Di Langit Kelam



Hanya sendirian kala itu..
Saat rembulan bingung tampakkan wujudnya..
Hanya bintang kecil di tengah kelam..
Membaur..
Pancarkan s
e
tengah terang di samudra kelam..
Namun dia ingin gantikan rembulan kala itu..
Menerobos tangan-tangan rotan di gulita malam..
Menganyam lembaran-lembaran harapan..
Bintang kecil yang malang di tengah kelam..
Tak ada teman hanya hembusan awan..
Kedipnya sebelah mata tak kunjung padam..
Yang berharap dirinya kan menjadi rembulan..
Rembulan saat purnama rupa menawan..
Merona,berseri menarik hati..