Jumat, 11 Januari 2013

Biarkan Aku



Dan biarkan aku menjelma
Sebagai malaikat kecil dihatimu
Dengan secuil harapan semu yang membiru
Lalu biarkan aku kepakkan sayapku
Tuk terbang membawa cintamu
Dan akan aku sampaikan pada bidadari hati
Yang menunggumu..
Ingatlah…
Bahwa remang lebih menakutkan daripada gelap
Karena remang adalah ketidakpastian yang sejati

CINTAKU T’LAH PERGI LAGI (2)



1.        
Dalam tangis duka dan haru
Sayatan itu masih terus menghantuiku
Salah aku telusuri panjangnya sebuah jalan
Terseok mematahkan mata kaki
Tersengal-sengal saat napas mencekik
Dalam sebuah hitam aku hidupi hati
Membebaskan jeruji-jeruji cinta mati
Juga belenggu kenistaan diri
Nokturnal berjalan sendiri
Di ujung nodulus
Sampai peringgan kesabaranku
Buaian itu tak dekat lagi
Entah dimana aku tak tahu
Air mataku jatuh tak tersapa
Saat fajar menyingsingkan lengannya
Dan embun pagi tak lagi merayu
Hiingga melati pun layu dalam keramaiannya 

repost 130209

CINTAKU TLAH PERGI LAGI


Gelitik tulang merindukan sapaan kata
Dalam heningnya malam bersahut angin
Dia yang diperuntukkan aku
Dia yang selalu mengisi hari indahku
Tidakkah dia mengerti akan rasa yang mendera dan menyelimuti lingkup sukmaku?
Tidakkah dia tahu jiwaku hampa tanpa belai lembut desah nafasnya?
Di remang sepi bulan tak mau menari
Bahkan bintang pun enggan bernyanyi
Merasakan apa yang aku rasa tak sepadan kini
Di rentang syahdu dekapan kekasihku dulu
Musnah sudah mimpi-mimpi
Dalam pintalan benang-benang cintaku
Dalam birunya nyata yang aku rajut
Pergi jauh pujaanku
Mengikuti arus kehidupan fatamorgana
Menjual cintaku
Mengobral hatiku
Berharap tangis tak kunjung datang
Dan senyum yang mengukir rupa kan ada
Namun tak kuasa membendung aliran darahku
Mati jiwaku
Bersama perginya cinta yang tak dapat aku sapa lagi
Kini sang surya mengintip dibalik gelap pagi
Biaskan soca
Tutup segala mata hati
 
120209

Ku Titip Senja



Ku titipkan senja itu di pundakmu

Meski ku tahu ngilu tulang punggungmu terbebaniku

Dan tak kan kau katakan itu padaku

Kala lembar-lembar hari rupa berganti

Menjemu hingga pagi tak cantik lagi

Ku titipkan senja itu di tangan kananmu

Biarpun mendung sembunyikan biasnya

Di sela-sela jemari hitam jelaga

Namun pancar tak kan terhingga sorot mata

Ku titipkan sekali lagi senja itu

Di ujung pelabuhan kata pun rupa

Di batas embong-embong tersapu luka

Dan di akhir perjalanan pun penantian ku henti

"repost 120310"
"Ialah ,puan berhati lara. Dalam sebait doanya,dia menanti janji seiya-sekata. Disana,dibawah pendar cahayaNYA"

Kesetiaanmu puan.. 
Menunggu bentang lengan yang siap merengkuh..
Laramu.. 
Kerinduanmu puan.. 
Kepada kepastian hati yang kau impikan.. 
Kekasih

"Tak ada yg lebih berat dari perpisahan. Namun banyak hal istimewa dari setiap perjumpaan. Kehilangan itu pasti,dan tak perlu disesali."

Kemudian..
Lepaskanlah cinta yang memberatkan langkahmu..
Bukalah hati..kepada yang layak untuk kau tinggali.. 
Pulanglah..kepada ruang yang menerima kekosongan..
 
"Padamu senja,yang setia menunggu siang dan malam. Bersabarlah,tak akan ada mendung setelahnya kita bersama"




Ku Mencintai yang Tak Pernah

"Ku menunggu itu salah,karna engkau adalah entah. Entah siapa,entah dimana. Pun ku yakin,engkau laksana perintah,mencintai yg tak pernah"

seorang puan, yang menunggu cinta di perbatasan senja. saat jingga menyala sejenak tuk dinikmati sepasang mata bola. di tepian duka,lara,pun bahagia.. saat tangan siang bereratan menjemput malam yang kian mendekap.. saat sajak-sajak terlahir dari tangan sang pujangga pecinta senja.. menyalakan binar senja yang merajutkan rindu-rindu pada awan kusut 


"Akhir labuhan bicara. Perhentian terakhir lara pun duka bermuara. Tinggalah kini,bahagia tanpa rintih air mata"

adalah puan yang berharap ada perhentian terakhir untuk cinta sejatinya